Jelas Bukan Simsalabim , ada cerita sebelumnya kok tiba tiba ada gembel naek kelas dipotret gubernur.
Adalah 2 orang yang sedang mabuk pulang kerja nyeni dibilangan gondangdia lama seputaran cikini namanya matt dan barkah pulang ketempat kos kost sambil bernyanyi sekenanya, yang penting asal lawan bicaranya tertawa dan pasti disambutnya dengan berbagai kata sekenanya juga , yang penting keluar dari mulutnya dan juga memorinya..wong mabuk kok dipercaya terserah lah .
Mabuk apa dulu.., memang mereka mabuk (ada yang jual minuman di kawasan cikini itu hampir semua seniman cikini itu tahu kalau disana tempat nongkrong makan sate sambil minum bir
banyak orang mabuk sampai hari ini dan detik ini diperjalanan ruang waktu , jika kita mau menyadarinya sedetik saja .
Mabuk kepayang, mabuk bae , mabok duren
Mabuk minuman keras ,
mabuk harta,
mabuk cinta
mabuk wanita
mabuk dunia , mabuk jabatan Woaaaaaaaaaahhhhhhhhh.......
yang tak ada hanya kata mabuk Tuhan ( gw belum denger nih )
2 orang mabuk itu kembali bersuara..
Hore hore hore hore ho......nenek naek kelas di convention hall...
hore hore hore hore ho......nenek naek kelas di gigit anjing...
mungkin cuma dua orang yang mabuk tadi yang mengingatnya.... waktu itu
Tapi ada seorang saksi hidup yang pertama mendengar kata kata itu yaitu Egi Fedly , karena Matt yang bisa memainkan alat musik menyanyikan kembali lagu itu
ternyata ini adalah sebuah melodi hore hore hore hore ho....nenek naik kelas di convention hall..
selanjutnya hore hore hore ho itu di teruskan menjadi sebuah lagu berlirik tidak nyambung secara beramai ramai sambil tertawa lebar lebar menembus kegelapan malam di studio tiga Senirupa sekitar tahun 79 menjelang 80.
Horehoreho, dibuat berbagai versi dimainkan di beberapa acara pagelaran musik kampus , dibuat kompilasi tanpa sepengetahuan kita kita , diklaim sebagai karya maestro yang seolah olah padahal......., dinyanyikan beramai ramai di acara kuis siapa berani indosiar waktu itu.
akhirnya horehoreho dibuat menjadi lagu berirama rock.....!!!! dan selalu ada kata kata
Hore hore hore hore ho , gembel naik kelas dipotret gubernur...!!!
Memang horehoreho tidak muncul begitu saja, ada orang orang yang menjadi pemicu kenapa kata kata ini muncul , ada 3 lagu sebelumnya yang sudah menjadi inspirasi disetiap benak pelaku pelakunya , sekarang tinggal 4 orang , Egi , Matt, Boyke dan Barkah sebagai penerusnya,pemrakarsanya kita sebut Abah padahal namanya Gumgum karena beliau sudah haji , Barkah juga sudah menyusul jadi haji. Lagu ini juga dipersembahkan untuk dua rekan yang telah mendahului kami yaitu alm Kiki dan Usman Hadi bahwa disetiap kegembiraan kami dalam melestarikan lagu model tak nyambung kata menjadi arti itu juga bagian dari kegilaan mereka , bagaimanapun jadinya nanti orang orang yang terlibat selalu menjadi ingatan dibenak saya sebagai penulis blog ini seperti rekan Irwan Lubis,Ivan Luthfie,Bambang Bass,Dibon Drampada, Willy Sabena,Om Mas Bujel,Mas Bambang Pice, Naomi, Panjul , Yudis,Yoga , Rio, Topan
dan Si Om Produser , Abdullah Yuliarso om Dudung Sinema,.
siapa yang membuat musiknya , siapa yang meneruskan menulis liriknya dan siapa yang menyanyikannya , siapa band yang sekarang mengusungnya menjadi lagu hitnya . siapa yang mengatur , siapa yang menghargai prosesnya.
akan saya ungkap di blog ini secara terang terangan ....sebagai sesuatu milik bersama , ya milik Irama Ombak Duren Big Band
Matt , si freeman itu
No other , No more like Horehoreho , 

![]()
Subscribe to:
Comments (Atom)


